General

Penyebab Baterai Ponsel Kembung

Berikut tips mengatasi baterai ponsel supaya tidak melendung

Baterai Ponsel KembungiPhone 5S bengkak yang dialami seorang pengguna asal Bogor mengingatkan publik pada kasus-kasus iPhone meledak di sejumlah negara. Penyebab iPhone menggelembung pun dipertanyakan.

Pengamat gadget Lucky Sebastian menyebutkan, kasus iPhone atau ponsel lain melendung biasanya karena baterai yang rusak. Penyebab baterai menggelembung sehingga membuat ponsel bengkak pun bisa dikarenakan cacat produksi atau kesalahan pengguna.

“Bisa karena kedua-duanya. Tapi memang kebanyakan salah penggunaan. Untuk tahu kalau itu cacat produksi, biasanya akan terjadi dalam satu batch produksi. Jadi akan ada cukup banyak pemilik iPhone lain yang mengalami kembung,” kata Lucky Sebastian.

Dikatakannya, baterai lithium menjadi kembung terutama karena panas dan over charging. Ponsel melendung juga bisa terjadi karena umur dan kualitas baterai. Baterai abal-abal menurutnya sangat mudah kembung.

“Harus dicek juga chargernya. Terus apa sering dipakai di mobil sebagai GPS misalnya, sehingga nyolok terus ke charger, dan kena panas. Jadi pada proses charging yang over ada perubahan kimia. Ada senyawa bernama metalic lithium yang terbentuk. Dan senyawa ini tidak stabil,” paparnya.

Yang menarik, pria asal Bandung ini juga mengungkapkan kemungkinan ponsel melendung karena jarang dipakai. Selama ini, orang mengira ponsel yang jarang dipakai akan baik-baik saja. Ternyata tidak demikian.

“Ponsel-ponsel lama, yang sudah bertahun-tahun disimpan, nanti pas dibuka baterainya kembung. Makanya ada saran kalau ponsel jarang dipakai dan mau disimpan, harus di-charge 50% dulu. Nanti diulang tiap dua minggu,” jelasnya.

Ini dikarenakan senyawa metalic lithium tidak stabil dan menyebabkan gas di dalam baterai memuai, sehingga membuat ponsel ikut melendung. Baterai ponsel, pada saat disimpan, akan berkurang kapasitasnya.

“Kalau sampai benar-benar habis, biasanya ketika di-charge lagi butuh daya besar. Kaya orang lagi lelap tidur susah dibangunin. Nah, daya yang dibutuhkan jadi besar untuk dibangunkan. Kaya orang kebluk disiram air, kaget baterainya,” kelakar Lucky memberikan perumpamaan.

Dengan perlakuan seperti ini, sel baterai cepat rusak. Karenanya, Lucky menyarankan baterai lithium jangan dipakai sampai habis. Baterai juga ‘bermusuhan’ dengan tempat panas dan tidak baik jika over charging.

**********

Dalam kondisi baterai kembung seperti kasus iPhone melendung yang terjadi di Bogor, gadget masih bisa digunakan. Namun ini tidak direkomendasikan karena bisa berisiko fatal.

“Gadget masih bisa dipakai ketika kembung. Tapi memang biasanya tidak lama baterainya dan ada risiko meledak. Jadi sebaiknya diperbaiki,” kata pengamat gadget Lucky Sebastian.

Lucky menambahkan sejumlah hal yang perlu diperhatikan agar baterai awet dan aman dipakai. Dikatakannya, tidak ada perbedaan cara perawatan baterai ponsel baik iPhone maupun ponsel lain.

Pertama, selalu gunakan charger asli bawaan resmi dari perangkat yang kita gunakan, karena sudah didesain spesifik dengan device tersebut.

Kedua, jangan menggunakan baterai sampai benar-benar habis dan perangkat mati. Pasalnya, sel-sel baterai butuh daya lebih besar untuk diisi kembali jika dalam kondisi sangat habis, akibatnya siklus umur baterai akan menurun.

Ketiga, Umur baterai dihitung dengan siklus. Rata-rata baterai Lihium ion memiliki umur 500 cycle. Setelah batas siklus ini terlampaui, kinerja baterai akan menurun secara signifikan.

“Kalau sering di-charge nggak penuh, misal pakai power bank, atau sebentar-sebentar di-charge, minimal seminggu sekali harus di-charge full cycle sampai penuh,” kata Lucky.

Satu siklus kira-kira seperti ini: misalkan kondisi baterai kita hari ini setelah dipakai sisa 50%. Di-charge sampai penuh, 100%, kemudian digunakan sampai tersisa lagi 50%, ini dinamai satu siklus.

Keempat, kondisi baterai yang sehat berada di kisaran panas bervariasi antara 0 derajat celcius sampai 35 drajat celcius. Jika meletakkan perangkat di tempat yang panas, misal di bawah sinar matahari terlalu lama sehingga perangkat menjadi sangat panas, ini akan mempengaruhi kinerja dan umur baterai.

Terakhir, kebanyakan smartphone sekarang sudah dilengkapi kemampuan untuk menghentikan proses charging secara otomatis jika baterai sudah terisi penuh. Meski demikian, tidak ada salahnya mengikuti saran dari pabrikan agar tidak meletakkan perangkat tersambung terus ke colokan charger, lebih dari 16 jam.

“Kalau Anda sangat concern dengan hal ini, menggunakan tambahan timer listrik yang bisa di set untuk menyala dan mati dalam durasi waktu yang ditentukan, akan lebih baik,” tutupnya.

Simak terus tentang info gadget terbaru.

Gadget-baru.com mencoba mengupas dan memberikan info tentang pergadgetan terkini.

Categories

Archives

Stats

Copyright © 2015 The Mag Theme. Theme by MVP Themes, powered by Wordpress.

To Top