General

Untung-Rugi Jika Ponsel Kena Pajak

Jika IMEI tak terdaftar, ponsel gak bisa digunakan

PonselPemerintah saat ini berencana menerapkan aturan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk ponsel. Tujuannya untuk mendorong untuk industri ponsel dalam negeri berkembang.

Direktur Elektronika dan Telematika Ditjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian (Kemenperin) C Triharso mengatakan, ada plus-minus yang terjadi jika PPnBM terhadap ponsel diberlakukan.

“Itu masih dalam kajian. Kajian kira-kira dampaknya apa, misalnya diberlakukan dampaknya terhadap barang ilegal bagaimana, lalu dampak positifnya terhadap pertumbuhan industri yang sedang melakukan tes pasar ini,” papar Triharso saat ditemui detikFinance di Gedung Kemenperin, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (11/4/2014).

Triharso mengatakan, ada 5 industri ponsel dalam negeri yang sedang melakukan tes pasar. Mereka adalah Polytron, Axioo, Mito, Evercross, dan Advance. Salah satu tujuan pemberlakuan PPnBM itu untuk memajukan industri tersebut.

Ia menambahkan, pemerintah masih mencari solusi untukmenekan angka ponsel selundupan atau ilegal yang masuk akibat diberlakukannya aturan ini.

“Sampai sekarang yang belum bisa diprediksi adalah dampak negatifnya. Karena ada yang mengatakan, kalau PPnBM dikenakan banyak yang menyelundup, pintu masuk ke Indonesia banyak. Pelabuhan a, b, tikus, dan sebagainya,” jelasnya.

Semua hal itu masih dikaji oleh pemerintah, termasuk kemungkinan aturan tersebut mengatur ponsel yang masuk ke Indonesia tidak akan seluruhnya dikenakan pajak. Pasalnya, persepsi mewah bagi sejumlah kalangan masyarakat berbeda-beda.

“Masih ada banyak alternatif, yang dipukul rata atau punya angka tertentu. Ada wacana lagi, ada hitungan local content-nya berapa. Itu masih dibahas. Namanya juga PPnBM, jadi yang kita anggap punya nilai mewah,” ujar Triharso.

*********

Aturan pajak penjualan barang mewah (PPnBM) untuk ponsel sedang dikaji pemerintah. Dengan akan diberlakukannya aturan tersebut, diprediksi ponsel ilegal yang masuk akan semakin meningkat. Tapi, pemerintah punya siasat untuk menyikapi ponsel ilegal tersebut.

Adalah aturan registrasi untuk IMEI (International Mobile Equipment Identity) ponsel. Setiap pemegang ponsel, nantinya wajib untuk mendaftarkan IMEI ke Kementerian Perindustrian. IMEI tersebut biasanya terletak di bagian dalam telepon (di balik baterai) ataupun tertera di kotak kemasan ponsel tersebut.

“Untuk itu kita sekarang ingin memperkuat pendaftaran tipe IMEI. Sehingga nanti yang bener-bener bisa hidup di Indonesia itu jika IMEI-nya terdaftar,” kata Triharso saat berbincang dengan salah satu media online di Gedung Kementerian Perindustrian, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (11/4/2014).

Triharso menjelaskan, jika IMEI dari satu ponsel tidak terdaftar, maka jika sistem ini diterapkan, ponsel tersebut sama sekali tidak akan berfungsi. Itu untuk mencegah ponsel impor yang masuk ke Indonesia secara ilegal.

“Kita akan bekerjasama dengan instansi lain, bagaimana nanti yang tidak terdaftar itu nggak bisa bunyi, nggak bisa dipakai. Kita akan koordinasi dengan Kemenkominfo, operator juga,” tambah Triharso.

Peraturan ini memang masih dikaji. Sebelumnya, rencana aturan ini sudah pernah dibahas dengan Menteri Perdagangan yang saat itu masih dijabat Gita Wirjawan. Namun hingga kini belum ditindaklanjuti.

Triharso menambahkan, aturan ini segera diberlakukan. Tapi sebelumnya akan ada semacam sosialisasi selama kurang lebih satu tahun kepada masyarakat pengguna ponsel.

“Bagi saya, secepatnya-lah (diberlakukan). Nanti ada masa pemutihan atau transisi, sosialisasi satu tahun intuk mendaftar,” katanya.

Pemerintah bercermin dari India, yang sukses menerapkan sistem ini di negaranya. Dengan alasan keamanan pasca serangan teroris di Mumbai, India, pemerintah memberlakukan aturan pendaftaran IMEI ini.

“Kita belajar dari pengalaman India. India itu waktu serangan teroris di Mumbai, mereka kejadiannya melalui ponsel. Sejak itu berlaku ketentuan seperti itu, dengan dasar keamanan. Sehingga berlaku lah itu. Kalau nggak terdaftar itu nggak bisa bunyi. Saya sudah tanya sama orang India, memang iya begitu,” papar Triharso.

Simak terus tentang info gadget terbaru.

Gadget-baru.com mencoba mengupas dan memberikan info tentang pergadgetan terkini.

Categories

Archives

Stats

Copyright © 2015 The Mag Theme. Theme by MVP Themes, powered by Wordpress.

To Top