Android

Mengupas Produk Evercoss Elevate A66s

Voice Activated Shot fitur jagoan dari Elevate A66s

Banyak beredar ponsel merek lokal yang menawarkan iming-iming harga yang menggiurkan. Namun biar tak dianggap murahan, mereka juga dituntut untuk membuat ponsel berkualitas, dan punya diferensiasi dengan pesaingnya.

Diferensiasi! Nah, faktor inilah yang kerap dilupakan vendor merek lokal. Beberapa waktu terakhir, mereka lebih terpaku dengan bagaimana membuat produk dengan spesifikasi ngejreng dan harga sangat miring.

Sementara urusan desain, kurang lebih mirip-mirip dengan vendor tetangga. Apalagi fiturnya, jarang ada yang spesial alias standar.

Padahal diferensiasi di sini sangat penting untuk jadi faktor pembeda dengan vendor merek lokal lainnya, syukur-syukur dapat menyaingi vendor global yang sudah punya nama besar.

Faktor inilah yang mungkin coba dijawab Evercoss lewat Elevate A66s. Ponsel layar jumbo ini bisa dibilang jadi yang paling diandalkan vendor yang dulu bernama Cross tersebut.

Elevate A66s punya fitur jagoan yang disebut sebagai Voice Activated Shot. Fitur ini adalah perintah suara untuk menjepret gambar. Seperti apa detilnya? Berikut review Evercoss Elevate A66s:

1. Kamera: Cheese or Capture
Kamera 13 megapixel yang tertanam di Elevate A66s memang menarik dari segi strategi marketing. Hal ini juga jadi jurus andalan para pesaing Evercoss.

Namun pertanyaan yang kemudian muncul adalah, bagaimana kualitas dan fitur dari kamera tersebut?

kamera Elevate A66s

Jika dilihat dari segi kualitas, bisa dibilang, kurang lebih sama alias tidak terlalu menonjol. Maksudnya, saat digunakan dalam kondisi siang hari atau cahaya yang cukup, kamera di A66s dapat meringkus gambar dengan ciamik.

Sementara dalam kondisi temaram alias low light, kualitas fotonya masih dalam kelas rata-rata, tidak terlalu wah namun tak terlalu jelek pula.

Namun seperti yang disebutkan di awal, A66s untunya punya fitur menarik yang disebut Voice Activated Shot. Fitur ini yang mungkin bisa jadi faktor pembeda.

Voice Activated Shot memungkinkan pengguna mengabadikan momen dengan hanya mengucapkan sebuah kata perintah.

‘Chesee…’ atau ‘capture’ adalah dua kata sakti yang bisa digunakan untuk menjepret gambar di A66s tanpa harus menekan tombol.

Fitur ini bisa digunakan untuk kamera depan yang dibekali dengan 3 MP atau kamera 13 MP di bagian belakang, Evercoss Elevate A66s akan secara otomatis mengabadikan momen yang ada di hadapannya.

Fitur ini sekaligus untuk mengakomodir pengguna yang gemar selfie. Jadi tak perlu susah-susah mengatur timer atau menekan tombol shutter untuk bergaya selfie, just say cheese…

Fitur semacam ini sendiri memang bukanlah hal baru, namun Evercoss yang merupakan produsen lokal menjadikannya daya tarik dan nilai tambah tersendiri dibanding para pesaingnya.

2. Desain Standar, UI Bikin Segar
Desain Evercoss Elevate A66s memang catcy. Layarnya yang jumbo membuat mata yang melirik langsung terpikat untuk tahu lebih banyak.

Elevate A66s dibekali ukuran layar 6 inch dengan resolusi QHD atau 960×540 pixel. Batas antara bezel dengan layar utama mampu dipangkas, sehingga hal ini membuat desain A66s jadi lebih optimal dan enak dilihat.

Evercoss Elevate A66s

Tidak ada tombol fisik di tampak depan A66s. Tiga tombol navigasi standar ponsel Android menempel pada layar. Sementara tombol fisik dibenamkan di sisi samping kanan untuk on/off dan volume di sisi kiri. Sekeliling Elevate A66s pun dipercantik dengan chrome.

Adapun di bagian belakang, pengguna dapat melihat kamera 13 megapixel yang tertanam di casing phablet ini yang terbuat dari material plastik.

Menarik? Iya! Namun sayang, desain ini bak sebuah template alias mirip-mirip produk pesaingnya. Beruntung, dalam paket penjualannya, konsumen juga akan mendapatkan aksesoris smart cover.

Dengan begitu pengguna tinggal mengintip ke bagian atas smart cover bila ingin melongok jam, tanpa perlu repot-repot membuka bagian depan cover seluruhnya. Termasuk untuk membuatnya tampil beda dengan yang lain.

Smart cover ini menempel dengan casing belakang. Pengguna dapat melihatnya menyatu saat melepas bagian punggung Elevate A66s untuk memasukkan SIM card atau memori tambahan.

Saat pertama kali dinyalakan, Elevate A66s sukses cukup membuat decak kagum lantaran menyajikan user interface (UI) yang menarik.

Tidak seperti ponsel Android kebanyakan, perangkat ini hadir dengan tampilan home yang jauh lebih elegan.

Tampilannya seperti kantor atau ruangan futuristik yang di dalamnya terdapat benda atau ornamen-ornamen yang mewakili setiap fitur di Elevate A66s.

Misalnya gambar piano yang saat diklik dapat terhubung dengan playlist musik pengguna yang sudah diatur di A66s, gambar lukisan di dinding yang dapat tersambung dengan galeri, gambar bola dunia yang tersambung dengan browser, dan masih banyak lagi.

Evercoss Elevate

Pokoknya tampilan ini begitu menarik dan jauh dari kesan pasaran ponsel Android lainnya. Namun jika tak suka, pengguna juga bisa mengubahnya di bagian setting.

3. Performa
Di atas kertas, spesifikasi Evercoss Elevate A66s terbilang lumayan. Phablet ini dibekali prosesor quad core MediaTek MT6582 dengan kecepatan 1,3 GHz dan RAM 1 GB.

Memori internalnya pun lumayan lega dengan kapasitas 16 GB dan masih dapat ditambah lagi lewat slot micro SD yang disediakan.

“Tak hanya kaya fitur, kinerjanya juga didesain untuk memberi kenyamanan terutama saat bermain game. Berkat prosesor dan RAM yang memadai,” klaim Janto Djojo, Chief Marketing Evercoss.

Apa iya? Saat diuji coba, kinerja Elevate A66s memang cepat. Jemari yang disapukan pada layar dapat direspons dengan seketika. Tak ada proses ngelag yang diterima.

Hal ini termasuk saat digunakan dalam frekuensi yang lebih intens. Mau itu masuk ke sejumlah aplikasi, jeprat-jepret pakai kamera, atau memutar video, semuanya mampu dilahap dengan baik oleh A66s.

Paling-paling, seperti ponsel lainnya, bagian belakang perangkat ini jadi hangat-hangat kuku lantaran digeber terlalu lama. Namun hal itu tak lantas jadi masalah besar.

Saat mencoba mengetes A66s dengan aplikasi benchmark untuk mengukur performanya. Dalam penilaian AnTuTu, perangkat yang dibanderol Rp 2,5 juta ini mengukir nilai 17.322. Raihan tersebut berada jauh di bawah Galaxy Note 3, HTC One, Galaxy S4, bahkan LG G2. Namun berada di atas Google Nexus 4.

Sementara Quadrant memberikan 5.822. Dengan berada di atas HTC One X, Asus Transformer Prime, Motorola Atrix 4G, dan LG Optimus 2X.

4. Hasil Akhir
Stereotype ponsel ‘lokal’ adalah ponsel murah nan murahan sepertinya pelan-pelan harus disingkirkan. Hal ini ditegaskan dengan sejumlah vendor — termasuk Evercoss — yang cukup menjanjikan dalam membuat ponsel yang murah tapi bukan murahan.

Seperti Elevate A66s ini. Menyoal harganya yang dibanderol Rp 2,5 juta, pasti ada sejumlah pengguna skeptis yang bilang, “ah, kemahalan untuk ponsel lokal,”. Padahal jika mereka tahu kualitas dan nilai lebih yang ditawarkan, sejatinya harga Rp 2 juta ke atas itu harusnya dianggap bukan masalah besar.

Pasalnya, dari segi kualitas produk, form factor dan komitmen bisnis, perangkat ini tak terlalu mengecewakan. Memang desainnya tidak revolusioner dan masih belum banjir fitur revolusioner, namun jika Anda pengguna yang punya budget pas-pasan tetapi butuh perangkat mumpuni, bisa melirik phablet ini.

Jangan lantas memandang sebelah mata produk ‘lokal’. Ponsel besutan perusahaan dalam negeri bukan lagi perangkat sekali pakai, langsung buang. Mereka sudah berbenah untuk menaikkan kelasnya, dan tentunya ingin menjadi raja di Tanah Airnya sendiri.

Spesifikasi Evercoss Elevate A66s:

  • Layar : IPS 6″ QHD 960×540 pixel
  • Sistem : Android 4.2 (Jelly Bean)
  • Prosesor: MediaTek MT6582 1,3GHz (quad-core)
  • Grafis : Mali-400MP
  • RAM : 1GB
  • Memori : 16GB
  • Kamera : Depan 3MP & belakang 13MP
  • Koneksi : WiFi, GPS, Bluetooth 3.0, microUSB 2.0
  • Baterai : Li-ion 2400 mAh
  • Dimensi : 16,78,71,3 cm
  • Bobot : 220 gram

Simak terus tentang info gadget terbaru.

Gadget-baru.com mencoba mengupas dan memberikan info tentang pergadgetan terkini.

Categories

Archives

Stats

Copyright © 2015 The Mag Theme. Theme by MVP Themes, powered by Wordpress.

To Top